I Am Legend

Poster I Am LegendIni cerita yang dilakoni oleh mas ganteng saya, Will Smith. (halah, sok kenal banget..) Banyak yang bilang kalo cerita I Am Legend (IAL) mirip Resident Evil (RE). Karena saya cuma pernah maen gem RE aja di PlayStation, jadinya saya tidak bisa membandingkan semirip apa IAL dengan RE.

Inti cerita IAL berkisar pada cerita seseorang yang bertahan hidup dan jadi satu-satunya orang di New York yang bertahan dari serangan virus mematikan. Will Smith berperan sebagai Robert Neville, ilmuan yang bertahan tadi. Dia meriset vaksin untuk mengatasi serangan virus yang sudah mematikan lebih dari 90% populasi dunia. Virus tersebut juga memutasi sebagian besar dari 10% orang-orang yang bertahan tadi menjadi ‘manusia-manusia kegelapan’ yang tidak tahan sinar matahari. Di akhir cerita, Neville berhasil menemukan vaksin yang dicarinya. Penemuan vaksin tersebut menjadikan namanya melegenda sebagai penyelamat peradaban manusia di muka bumi.

IAL diproduksi oleh Warner Bros dan disutradarai oleh Francis Lawrence. Yang membuat saya cukup geleng-geleng kepala adalah set syuting yang tidak tanggung-tanggung baik dari segi ukuran maupun detilnya. Barangkali usaha besar Lawrence bisa disamakan dengan saat Steven Spielberg menyulap sebuah gudang menjadi replika bandara sungguhan dalam The Terminal. Timing Lawrence cukup baik saat mengatur saat-saat flash back untuk menjawab kondisi-kondisi New York yang digambarkan di awal film.

Hal lain yang membuat saya keluar dari Studio 1 Empire 21 dengan perasaan penuh adalah sisi manusiawi yang dieksplorasi dari seorang jagoan. Neville memang sudah layaknya superhero; senjatanya mematikan, rumah layaknya markas rahasia dan tentu saja otak encer sebagai seorang ilmuan. Akan tetapi, di film ini Neville juga ditampilkan sebagai sosok yang bisa menangis ketika berpisah dengan keluarganya, bisa berdarah ketika terkena jebakan, dan stres ketika penelitiannya menemui jalan buntu. Setidaknya, Neville bisa mati ketika harus menghabisi lawan. Tidak seperti Bruce Willis yang sudah empat Die Hard yang dibintangi, masih belum mati-mati juga. Sooo Hollywood.

Satu hal lain yang membuat saya cengar-cengir sendiri setelah nonton adalah saat menyadari bahwa terjadi perang citra di sini. Nicky Krippin, si pembuat virus mutan penyebab tragedi digambarkan sebagai seorang ilmuan berlogat Inggris British yang kental sementara Neville sebagai pahlawan adalah seorang Afro-Amerika sejati. Memangnya perseteruan Inggris-Amerika masih jaman ya??

Well, overall saya terhibur setelah menonton film ini di hari terakhir ujian di tahun ini alias pas malam takbiran Idul Adha. Kadang-kadang nonton film action yang rada-rada ngarang boleh juga buat memperkaya imajinasi.

I Am Legend, 3,5 dari skala 5!

Iklan

3 pemikiran pada “I Am Legend

  1. hehehe emang bagus nih,, film,, waduh shal,, kmu menduluiku membuat resensinya hehehehe,,, btw, aq jg ntn pas setelah ujian, di malam setelah salat id hehehe, beda semalam kta,,,
    huuu yg pasti film ini tepat menggambarkan ketakukanku dlm hidup ini yaitu tinggal sendiri di dunia ini, sendiri benar2 seperti robert neville

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s