Pemain Bola Favorit Saya

Di tengah jibaku saya melawan makhluk bernama TA (nanti bakal ada postingan khusus tentang makhluk dua huruf ini), musik jadi penolong yang sangat membantu saya mempertahankan mood kerja. Berhubung saya malas membuat playlist, maka jurus yang saya lakukan adalah memasukkan semua lagu yang ada di hard drive laptop saya, menekan shuffle, baru memainkan playlist yang ada. Alhasil, playlist yang terbentuk jadi sangat gado-gado. Setelah lagu Foo Fighter lalu berikutnya langsung lagu Incognito. Hahaha… Parah memang. Apa boleh buat, saya memang malas untuk hal yang satu ini.

Satu kali, urutan playlist membawa saya pada lagu Keep On Moving dari Five. Biasa saja memang, bukan sekali itu saya mendengarkan lagu Five yang ini. Hanya saja, baru kali itu saya memperhatikan kata-kata yang menjadi background di lagu tersebut. Ternyata eh ternyata, suara yang menjadi background lagu itu adalah cuplikan narasi komentator dari partai-partai Road to World Cup 2002-nya Inggris. Kalimat yang membuat saya sadar bahwa itu adalah narasi komentator adalah pada cuplikan partai Inggris-Yunani dimana Teddy Sheringham mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada partai tersebut.

Edward Paul Sheringham atau Teddy Sheringham. Lahir di Highams Park, 2 April 1966. Tinggi badan 191 cm. Karir dimulai di Nottingham Forest hingga akhirnya mencapai puncak karirnya di Manchester United saat meraih treble winner di tahun 1999. Sebelum direkrut MU, Sheringham pernah menjadi andalan Tottenham Hotspur dan mencetak prestasi sebagai top scorer Premier League pada musim kompetisi 1995/1996. Sheringham juga menjadi pemain terbaik Premier League versi wartawan pada tahun 2000.

Banyak harapan yang disandarkan padanya agar ia bisa menggantikan Eric Cantona yang gantung sepatu sebelum Sheringham bergabung dengan MU di musim 1997/1998. Musim pertamanya di MU, Sheringham nihil gelar. Banyak yang menilai pembelian Sheringham adalah pembelian Alex Ferguson (waktu itu belum mendapat gelar Sir) yang gagal, Sheringham adalah penyerang yang terlalu tua untuk mengimbangi agilitas lini tengah MU yang luar biasa: David Beckham-Paul Scholes-Roy Keane-Ryan Giggs. Musim berikutnya, dua penyerang baru masuk: Dwight Yorke dan Andy Cole. Prestasi MU membaik dan mampu memposisikan diri di jalur prestasi musim 1998/1999.

Alex Ferguson memang pelatih yang cerdas. Bersama Ole Gunnar Solksjaer, Sheringham memang jarang masuk starting eleven namun Ferguson selalu menyimpan kedua super-subtitute ini di bench pemain cadangan. Saat serangan buntu dan tidak berhasil menembus pertahanan lawan, Yorke atau Cole dibuat masuk kotak dan Sang Super-Sub menjalankan tugasnya.

Contoh paling fenomenal tentu saja pada partai final Liga Champion, 26 Mei 1999 saat di menit-menit injury time justru Sheringham dan Solksjaer yang mencetak gol pembalik kedudukan atas Bayern Muenchen di Camp Nou, Barcelona. Oliver Kahn hanya bisa termangu menyaksikan kemenangan yang hanya berjarak empat menit dari matanya tiba-tiba pupus oleh gol Sheringham yang masuk di tiang jauh gawang. Tragis. Walau demikian, tidak selamanya Sheringham jadi pemain pengganti. Pada partai final Piala FA 1999, Sheringham lah yang mencetak gol pertama di menit ke-11 dan memberikan assist untuk gol kedua MU di partai tersebut.

Lepas dari MU di tahun 2001, Sheringham kembali ke Hotspur. Walau sudah berusia lebih dari 35 tahun, Sheringham masih menjadi penyerang utama Hotspur dan sempat mengantarkan Hotspur ke final Piala FA 2002. Sempat berperforma lumayan selama partai-partai kualifikasi, Sven Goran Erikson membawa Sheringham ke Korea-Jepang dan menjadi penyerang tertua kedua di World Cup 2002. Setelah Hotspur, Portsmouth dan West Ham sempat menjadi persinggahan Sheringham. Sepanjang karirnya, lebih dari 300 gol pernah diciptakan Sheringham.

Sheringham memang bukan pemain bola serba lengkap dengan skill edan yang digilai banyak orang macam Christiano Ronaldo atau Diego Maradona. Sheringham juga bukan pemain dengan wajah tampan yang digilai banyak wanita macam Beckham atau Kaka. Sheringham juga bukan pemain fenomenal yang langganan menciptakan rekor macam Ronaldo atau Ronaldinho. Namun Sheringham adalah pemain yang tahu apa yang harus dikerjakannya dalam posisi dan porsi yang diberikan oleh pelatih, sekecil apapun itu. Sesuatu yang makin jarang ditemukan dalam sikap pemain bola saat ini. Itulah mengapa saya demikian mengidolakannya.

Ibu saya sering geleng-geleng kepala melihat putri kecilnya yang masih SD mengumpulkan potongan-potongan berita tentang Teddy Sheringham dari koran dan mengklipingnya dengan rapi. Ibu saya juga sering tidak habis pikir mengapa saya yang anak perempuan justru menjadi satu-satunya mata yang melek di depan tv pada dini hari sementara adik saya yang laki-laki justru nyenyak tertidur. Hahaha..

Iklan

9 pemikiran pada “Pemain Bola Favorit Saya

  1. teh shaly, baru tahu teteh suka bola jg..
    teh, tedy sheringham emang jago,
    berakhir di colchester united, dengan usia 42tahun..
    di atuh tipe2 penyerang yg oportunis taktis(at least menurutku), walopun ga punya skil yg special, menurutku, tinggi badan dan kecepatan mengambil keputusan setelah dpt peluang itu yg lebih dari dia,, jago bgt emang..

  2. @sandibayuperwira
    hehe…….

    @aahh ujan
    pas kelas 3 sma saya udah ingsap gak suka nonton bola lagi, bu.. jadilah dirimu tak kenal si mang sheringham.. hehe.. sip lah bu,, kalo mao bikin rumah jgn lupa ngontak2 ye.. 😀

    @aa_dhani
    yoi,, emang bener. kebiasaan dia tuh, nunggu di kotak penalti terus ngadu tinggi badan ama bek. heading, gol deh.. oportiunis-taktis,, bole juga istilahnya..

  3. cih, lama g nulis blog, tau2 sheringham udah nampang disini….

    kalo gw, ga ada yg bisa ngegantiin tempat Il Kaiser, Andriy Shevchenko… walaupun dia berakhir tragis di Chelsea…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s