Cuma Satu Shaf

Pemandangan miris ini terjadi di Pusat Dakwah Islam Jawa Barat (Pusdai) di Jalan Diponegoro, Bandung. Suatu hari di bulan Juni, beberapa saat setelah azan magrib dikumandangkan.

Cukup satu shaf saja barisan jamaah shalat magrib berjamaah waktu itu. Lainnya ke mana? Barangkali yang lainnya terlalu sibuk berkendara, berniaga, bekerja, hingga tidak sempat menunaikan shalat bersama yang lainnya.

Mirisnya, ini seperti membenarkan ucapan dosen saya yang sering menantang mahasiswa yang membuat masjid dengan ukuran besar dan luas. “Buat apa bikin masjid besar-besar? Toh nantinya yang terpakai cuma untuk satu baris saja!”

Perih.

Iklan

8 pemikiran pada “Cuma Satu Shaf

  1. masya Allah, ya q prnh mampir di Islamic Center di Jkt sini pasa Dzuhur, lebih hebat lagi dah mesjidnya gede, qt 1 saf didepan aja gak penuh, rame di tengah nya aja .. ya urusan duniawi semua, mogaan aja mereka yg di ktr lg shalat juga di musholla kecilnya .. insya Allah ..

  2. dkm kagak progesif tuh, coba kek salman,,, hehehe,,
    tapi emang mesjid kampus kecenderngannya selalu ramai sih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s