Veronica Guerin: Mengenang Udin

Film ini berkisah tentang kisah Veronica Guerin–yang diperankan oleh Cate Blanchett- dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba di sekitaran Dublin, Republik Irlandia sejak tahun 1994 hingga tewasnya Guerin di tahun 1996. Saya tidak akan banyak berkomentar tentang film ini melainkan lebih menyoroti sosok Guerin yang cerkas, berani dan cerdas. Di Jalan Raya Naas, Guerin ditembak mati pembunuh bayaran yang ditugaskan oleh John Gilligan, seorang bandar narkoba yang kasusnya tengah diusut Guerin. Kematiannya menjadi kehilangan yang besar bagi Rep. Irlandia sampai-sampai kematian seorang Guerin mampu mendorong parlemen, polisi dan masyarakat untuk melakukan perubahan. Pasca kematian Guerin, angka penyalahgunaan narkoba di Rep. Irlandia turun hingga 15% yang merupakan efek multiplier dari kebijakan pemerintah memberantas kejahatan tersebut.

Di akhir film yang diangkat dari kisah nyata ini disebutkan bahwa sejak kematian Guerin yang merupakan jurnalis Sunday Independent, Rep. Irlandia, 196 jurnalis di seluruh dunia meninggal ketika sedang melakukan tugas jurnalistiknya. Barangkali salah satu dari bilangan jurnalis yang meninggal tadi adalah Udin, wartawan harian Bernas yang meninggal di medio 1990an. Nasib Udin memang serupa dengan Guerin, dihilangkan nyawanya oleh orang yang tidak menyukai sepak terjang kejurnalisan masing-masing mereka. Bedanya, konspirasi kasus pembunuhan Guerin terungkap dengan jelas dan pelakunya dihukum kurungan seumur hidup sementara kasus Udin menguap ditelan waktu dan mulai dilupakan orang.

Kejadian pembunuhan Udin terjadi saat saya masih duduk di bangku SD. Ingatan saya tentang hal itu hanya samar-samar saja. Kasus yang tengah diusut Udin pun tak saya ingat dengan jelas. Yang saya ingat hanyalah Udin didatangi orang misterius yang mendatangi rumahnya di malam hari. Beberapa hari setelah itu, jenazah Udin ditemukan tanpa nyawa. Penyidikan, penelusuran dan persidangan atas kasus pembunuhan Udin sempat dilakukan namun sama sekali tidak memuaskan. Publik percaya, ada konspirasi yang lebih besar di balik kasus Udin dibanding pembunuhan biasa.Hal yang sama kembali terjadi pada kasus pelanggaran HAM yang lumayan anyar, kasus Munir. Publik masih meragukan vonis yang dijatuhkan pada Pollycarpus Budihari Prayitno adalah ketukan palu pada orang yang tepat. Keterlibatan oknum BIN yang belum sempat terusut juga menyisakan tanda tanya besar pada kasus ini. Yang pasti, kematian Udin dan Munir–selain kasus Marsinah- menambah panjangnya daftar pelanggaran HAM negeri ini yang tak bisa diungkap.

Keadilan di negeri ini memang masih jauh panggang dari api.

Gambar diambil dari http://www.bangitout.com/images/veronica.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s