Katanya Mahasiswa?

Senin, 17 Desember 2007 lalu saya memperbaharui buku taplus mahasiswa saya di BNI cabang ITB Ganesha. Tahapan-tahapan prosedural dalam hal penggantian buku tabungan saya jalani seperti biasa; berjalan ke kantor bank, membuka pintu, mengambil nomor antrian, mengisi formulir permohonan penggantian buku tabungan dan bla-bli-blu lainnya. Tiba saatnya saya dipanggil oleh salah seorang customer service officer. Setumpuk keramah tamahan disodorkan ke muka saya oleh CS officer berwajah manis itu.

“Silakan tanda tangan di baris nomer 1. Tanda tangannya harap agak ditekan,” katanya sambil menyodorkan buku tabungan baru dan blangko tanda tangan. Saya pun membubuhkan tanda tangan seperti yang ia perintahkan. “Wah, tanda tangannya panjang. Susah dong kalau nitip absen?” komentar CS officer itu setelah melihat tanda tangan saya yang panjangnya sekitar 5 cm dan keriwil- keriwil pula. Saya terperangah. Sungguh, saya butuh beberapa detik untuk mencerna kata-kata komentarnya barusan.

Melihat konsumennya bengong akibat komentar salah sasaran, si CS officer buru-buru meralat “Oh, kuliahnya rajin ya? Jadinya gak usah titip tanda tangan.” Saya pun mengangguk-angguk sambil masih syok, padahal saya juga masih sering mabal.

Sekeluarnya saya dari kantor bank saya berjalan sambil mencerna makna yang ada dibalik peristiwa yang baru saja saya alami. Saya bukan mencoba untuk jadi sok suci, sebagai manusia telah bertumpuk kesalahan yang pernah saya lakukan. Yang membuat saya heran adalah persepsi kolektif yang terjadi di masyarakat seputar citra mahasiswa.

Silakan anda teriak-teriak soal mahasiswa pembawa perubahan dan penggerak perjuangan di bangsa ini. Nyatanya, di sekitar kita terserak fakta bahwa mahasiswa bukan lagi pengusung nilai-nilai ideal yang harusnya berlaku di masyarakat. Mahasiswa identik dengan titip absen, calon pengangguran dan berbagai imej lainnya. Padahal, saat kaderisasi saya selalu dicekoki soal tiga peran mahasiswa yaitu agent of change, guardian of value dan iron stock. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak awal cuma masuk telinga kanan dan langsung keluar dari telinga kiri. Tidak ada upaya untuk mencerap apalagi mengejawantahkan dalam diri.

Kata mahasiswa semakin hilang makna, tergerus oleh masa dan erosi budaya. Saat sebagian dari mereka mencoba untuk tetap menjalani perannya sebagai mahasiswa; sebagian lainnya larut dalam euforia menjadi elitis, sebuah kelas dalam masyarakat so-called ‘mahasiswa’.

Iklan

13 pemikiran pada “Katanya Mahasiswa?

  1. tapi gak boleh men-generalisir,,, masih banyak mahasiswa kita yang benar2 super produktif dan lebih berpihak pada kaum proletar serta kritis terhadap penguasa yang bobrok,,,
    hidup mahasiswa!!!

  2. @santo
    gak generalisir kok,, kan di paragraf terakhir udah disebutin kalo masi ada mahasiswa yang gak kayak gitu..
    @ardiansyah
    sip2 lah,, cocok jadi PO temnas taun 2008..hehe

  3. oh sorry kemaren gak baca teliti cuman sekilas,,dikirain itu asumsi umum u/ mahasiswa,,,,
    PO temnas,,,whose next?,,yang jelaS harus beradu konsep dulu,,alias bidding or open tender biar lebih mantap,,,dare u?

  4. @ardiansyah
    gatau,, iseng aja..heheh
    @santo
    dimaapkan..
    @ardiansyah&santo
    kalian bedua rajin banget mampir,, nagih ya??hahah..^^

  5. honestly, I ever entrusted presence to my friend.. but after that, i feel guilty, especially for myself.

    maybe, this phenomena very humanly, i think. We are almost certain that ever done the bad thing in the bad day, so Allah gives us the great mercy moment: Pray and cry moment.

    pray and cry in the last third night. So calm in the heart..

  6. wah..sal..ternyata rajin juga nulis ya..diterusin aja deh..biar jadi penulis yang profesional…
    arsi mah tinggalin aja..hahaaha..

  7. @patmi
    waa,, kayaknya komen patmi salah tempat posting deh..
    takapakapa ding,,hehe

    iya,, mi…
    siapapun,, bebaskan aku dari siksaan tiada akhir ini..huauaua..(hehe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s