Negeri di Awan

Saban pagi, tetangga kamar kos saya gemar menyetel radio. Yang didengarkannya juga bukan sembarang stasiun radio tetapi programa RRI Pro 2, Jaringan Berita Nasionaaal. Karena oknum teman kosan saya itu doyan beres2 kalo pagi-pagi, sengajalah dia menyetel volume si radio dengan keras sampai-sampai bisa terdengar jelas dari kamar saya sekalipun. Akhirnya, secara tak sengaja saya sering ikut menyimak program siaran pagi RRI.

Topik yang diangkat dalam program siaran pagi yang saya tidak bisa ingat namanya itu bermacam-macam. Harga sembako menjelang Idul Fitri, kemacetan akibat pembangunan jalur bis Transjakarta, hingga yang belakangan ini sering diangkat, kasus dugaan korupsi oleh Laksamana Sukardi. Beragam respon masyarakat muncul atas masalah yang diangkat. Sebagian berusaha jadi (sok) intelek dengan menggunakan istilah-istilah sophisticated untuk mengomentari topik yang diangkat, sebagian kecil klainnya menyatakan ketidak peduliannya atas masalah tersebut dan sebagian besar marah-marah dan meluapkan isi hatinya di ajang ini.

Di sela-sela pergantian sesi program siaran pagi (yang masih belum bisa saya ingat namanya), penyiar program sering memutarkan lagu sebagai selingan. Akan tetapi, kalau saya hitung-hitung, kurang dari duapuluh jenis lagu yang pernah diputarkan si penyiar. Lagu yang paling sering diputar alias jadi top hits adalah single (atau sudah jadi album??) Letto yang teranyar, Sebelum Cahaya.

Selain Sebelum Cahaya, ada satu lagu lagi yang sering diputarkan di program tadi yaitu Negeri di Awan yang dipopulerkan oleh Katon Bagaskara.

Kau mainkan untukku

Sebuah lagu

Tentang negeri di awan

Di mana kedamaian

Menjadi istananya

Utopia eskapisme. Negeri di awan yang cuma sekedar jadi pelarian yang tidak pernah dipunyai oleh siapapun. Apalagi kalau media yang ada cuma mampu menghadirkan wacana tanpa mampu mencerdaskan pemirsanya untuk menghasilkan solusi.

Iklan

2 pemikiran pada “Negeri di Awan

  1. ada ga ada solusi
    di negara tercinta ini yang penting rame dulu,,
    tunggu semua orang lupa,,
    timbulin masalah baru,,
    bahas lagi,,
    lupain lagi,,
    bahas lupa bahas lupa
    a-b-a-b
    yang penting semua senang

  2. @azura
    sugan teh saha,, tiba2 blog sayah dapet banyak komen..
    lumayan lah,, ada perkembangan..
    biar blogstatnya naek..hehe

    va,, sumpah..kamu kenapa sih??
    skeptisapatis_pisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s